Selasa, 28 Januari 2014

Seberapa jauhkah tingkat pengetahuan kita terhadap sumber pengetahuan?

Knowledge, atau terjemahannya dalam bahasa Indonesia, yaitu ilmu pengetahuan atau pengetahuan sangat sering kita dengar. Knowledge yang merupakan salah satu komponen dasar untuk kompetensi sangatlah penting bagi siapapun baik untuk professional, akademisi, petani, nelayan, dan profesi-profesi lainnya. Knowledge bisa kita dapatkan dengan berbagai macam cara, namun cara yang paling ampuh menurut saya adalah dengan cara membaca buku. Jadi kata kunci untuk mendapatkan pengetahuan adalah dengan membaca. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW agar kita membaca Al-Quran, BACALAH!

Fokus kepada judul tulisan ini, muncul pertanyaan, pernahkah kita mengukur diri kita tentang seberapa jauh tingkat pengetahuan kita terhadap sesuatu dari sumber pengetahuan?

Untuk dapat mengetahuinya, suatu organisasi CA-IT menerbitkan paper mengenai IT Competency Map, dimana di dalam paper tersebut mereka membagi menjadi 3 tingkatan atau disebut dengan Three Levels Of Knowledge. Sebagai Informasi, CA-IT merupakan organisasi aliansi untuk teknologi informasi yang berpusat di Toronto. Sekarang mari kita lihat :

Three Levels Of Knowledge :
  1. Core, pada level ini pengetahuan yang didapatkan sudah pada tahap memahami, mampu mengidentifikasi, dan mendeskripsikan kembali intisari dari sumber pengetahuan yang dipelajarinya.
  2. Metric, disini tahapan core sudah terlewati sehingga sudah pada tingkat mampu menentukan, menilai dan menganalisis dari sumber pengetahuan yang didapatkannya. Sehingga sudah dapat mengetahui manfaat, kelebihan ataupun kekurangan dari sumber pengetahuan yang didapatkannya.
  3. Advisory, level terakhir pengetahuan ini menunjukan bahwa pengetahuan dengan dasar core dan metric yang dimiliki sudah digunakan sebagai alat untuk memberikan nasihat (advisory) untuk memecahkan suatu masalah. 
Sebagai seorang konsultan manajemen di Value Alignment Advisory dan juga dosen pengajar di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta, saya wajib untuk terus meningkatkan pengetahuan sebagai salah satu syarat utama kompetensi yang harus dimiliki. Sebagai konsultan, level advisory wajib dimiliki karena kita dituntut untuk memecahkan permasalahan-permasalahan terkait isu manajemen yang ada di organisasi. Sebagai dosen pengajar, tentunya bidang keilmuan yang diajarkan harus mampu mengikuti perkembangan yang ada agar mahasiswa mendapatkan pengetahuan terbaru sebagai bekal mereka di industri kerja nanti.

Maka, suatu kewajiban juga bagi siapapun dengan profesi apapun untuk selalu meningkatkan pengetahuannya, karena ketika kita berhenti untuk menggali pengetahuan, maka pada sebatas itulah pengetahuan dan kompetensi kita berhenti. Dan bisa-bisa posisi kita yang ada dan nyaman saat ini digantikan oleh orang lain yang berwawasan pengetahuan yg lebih luas dan kompeten.

Salam,
Bambang Warsuta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar